Drama Inara Rusli, Insanul Fahmi, dan Wardatina Mawa: Ketika Pengajian Berujung Jadi Viral
Belakangan media sosial kembali dihebohkan oleh kabar perselisihan antara Wardatina Mawa (WM) dan Inara Rusli (IR). WM, yang merupakan istri dari Insanul Fahmi (IF), melaporkan dugaan perselingkuhan suaminya dengan Inara. Kasus ini mencuri perhatian publik karena melibatkan nama-nama yang cukup dikenal, serta bukti-bukti yang dibagikan langsung oleh WM melalui media sosialnya.
Menurut penuturan WM, kedekatan IR dan IF disebut-sebut bermula dari pertemuan di sebuah pengajian dan berlanjut ke urusan bisnis. Hubungan profesional itu kemudian dituding berkembang menjadi kedekatan yang lebih personal. Publik pun semakin ramai memperbincangkan hal ini setelah WM mengunggah potongan chat dan rekaman CCTV yang menurutnya menjadi bukti adanya hubungan terlarang.
Di salah satu percakapan yang dibagikan WM, Inara awalnya membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut bahwa hubungannya dengan IF murni sebatas kerja dan meminta WM untuk tidak berlebihan. Namun, menurut WM, bantahan itu patah setelah sang suami akhirnya mengakui adanya hubungan tersebut, yang disebut sudah berlangsung beberapa bulan.
Bahkan, WM juga menyinggung adanya video yang memperlihatkan IR memakai cadar saat berjalan bersama IF—yang kemudian menimbulkan asumsi publik bahwa IF tengah bersama istrinya, padahal bukan. Hal ini tentu menambah lapisan dramatis dari keseluruhan kisah yang sudah panas sejak awal.
Belakangan, IR disebut mengakui perasaannya terhadap IF karena IF mengaku sudah tidak harmonis dengan istrinya dan ingin berpisah. Namun, sebagaimana banyak kisah serupa, publik mempertanyakan: apakah alasan “sudah tak bahagia” memang cukup untuk memulai hubungan baru sebelum status pernikahan benar-benar selesai?
Opini Penulis
Sebagai perempuan, saya cuma bisa berkata: hati-hati, Inara. Meski seseorang mengaku ingin berpisah dari pasangannya, hal itu belum mengubah status apa-apa sampai proses resmi selesai. Di luar masalah hukum, ada sisi moral yang tak kalah penting. Apalagi jika seseorang pernah terluka karena diselingkuhi, tentu tahu betul rasanya berada di posisi istri sah.
Dan untuk IF, benarkah alasan “ingin mensejahterakan umat” cukup kuat sebagai pembungkus tindakan yang justru menyakiti pasangan sendiri? Istri sudah cantik dan mendampingi, tapi masih mencari pelarian lain—tentu saja publik bereaksi keras.
Di sisi lain, kasus ini juga memunculkan diskusi baru: perlu nggak sih, pengajian digabung antara laki-laki dan perempuan? Banyak warganet berpendapat, jika acara ibadah berujung saling lirik dan dekat secara emosional, maka ada yang keliru dalam penerapannya.
Tidak mengherankan jika komentar warganet di TikTok dan X (Twitter) pun bermunculan dengan gaya khas mereka. Salah satunya yang cukup mengocok perut:
“Jule, Zize, Nisa Sablon menambah Inara Rusli ke grup ….”
Warganet memang selalu menemukan cara untuk menambah bumbu dalam drama.

Post a Comment