Tuesday, February 21, 2017

CARA MENDIDIK ISTRI MENJADI SHOLEHAH


Assalamu'alaikum semua
CARA MENDIDIK ISTRI MENJADI SHOLEHAH, hmm walaupun belum punya istri / yang udah punya pun wajib nih baca hehe, karena insya Allah bermanfaat dah. pengen tau kan cara nya gimana ?
yuk lang sung aja simak dan cermati serta ambil hikmahnya ya teman2.

Oleh: Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun ( Pengasuh DALWA Banat, Raci-Bangil )
Mendidik istri adalah sebuah kesenian, dan paling manjurnya tindakan yang bisa mengalahkan perempuan itu adalah diam dan tidak menghiraukannya, Dan kesenian ini hanya terbatas 3 bulan, jika seorang suami bisa menundukkan istrinya dalam 3 bulan pertama, seterusnya akan berhasil, tapi jika si suami kalah dalam 3 bulan pertama, maka seterusnya suami tersebut akan kalah.

Yang harus di fahami sebelum menikah adalah "Siapa yang paling membutuhkan dalam hubungan suami istri ? Istri kepada suami atau suami kepada istri ? Padahal yang paling membutuhkan adalah istri kepada suami, karena istri hanya mempunyai hak ketika dia menerima atau menolak, namun ketika diterima dan dilangsungkan akad nikah, maka suamilah yang paling berhak atas istri, suami dapat mencerai atau merujuk istri, meskipun istri menolak,

Sebenarnya dalam sebuah pernikahan itu istrilah terikat dengan suami dia tidak bisa lepas, jadi hakekatnya suami itu berada di atas, bukan dibawah, tapi terkadang laki-laki itu tidak bisa menahan hawa nafsunya, dan berasumsi "yang penting kalau aku mau harus dituruti" walaupun asumsinya tersebut salah. Lebih baik suami tidak "tidur" dengan istrinya, sabar tapi bisa mendidik istrinya.

Maka seharusnya bagi suami tidak tinggal dirumah mertuanya tidak lebih dari satu minggu, karena perempuan sekarang itu diajari oleh ibu-ibunya bagaimana cara mengalahkan suami, dari awal di setting uang harus istri yang megang, keluar harus ijin dulu, kalo terlambat takut cari alasan, seharusnya yang memberi izin adalah suami, bukanlah istri, tapi kebanyakan sekarang yang memberi izin adalah istri.

Tidak mungkin seorang suami itu dianggap menang kepada istri kalau suaminya keras (tegas) atau istrinya sholehah tidak ada pilihan ketiga, silahkan buat penelitian dengan metodelogi bagaimanapun, kuantitatif atau kualitatif, pasti akan di dapatkan hal semacam itu.

Dan sifat sholehah itu identik dengan satu sifat yaitu SABAR, jadi seharusnya pertama kali yang di tanya pada calon istri adalah sifat sabarnya, sebab kalo si istri sabar akan gampang bagi si suami untuk memolesnya agar menjadi sholehah, beda halnya jika si istri pemarah.

Seharusnya bagi suami itu dari awal sudah bilang pada istrinya,
"yang seharusnya izin itu kamu bukan aku, kalo kamu terlambat masuk rumah, aku yang bertanya" Jangan pernah seorang istri itu bertanya kepada suaminya, " kamu pergi dari mana ? Sama siapa ? Kenapa terlambat ? " , karena hal itu menandakan istrilah yang memimpin, Apakah ada seorangan bawahan bertanya kepada atasan ? tidak ada, seharusnya atasan yang bertanya pada bawahan, itulah gambaran rumah tangga sekarang ini.

Kenapa hal tersebut bisa bisa terjadi, jawabannya adalah karena suami tidak mendidik istrinya, kalo suami tersebut sayang sama istrinya harus di didik. Dan jika suami itu takut sama istrinya, maka sulit untuk merealisasikan anaknya untuk menjadi anak yang sholeh, karena anak tersebut akan sekongkol dengan ibunya, selalu yang di andalkan ibunya, jika ada sesuatu yang dilarang oleh ayahnya, maka dia akan datang keibunya, mengadukan hal tersebut, berhubung si suami takut pada istrinya, akhirnya meng-iyakan permintaan anaknya, Dan hal itu yang menjadi masalah besar dalam rumah tangga.

Seharusnya suami itu di besarkan di depan anaknya, jika istri takut otomatis anaknya juga ikut takut, tapi jika istrinya berani apalagi sampai bertengkar di depan anaknya, maka dapat di pastikan anaknya tidak akan menghargai kedua orang tuanya.

Semoga kita semua mendapatkan istri yang sholehah (utk ikhwan) dan bagi akhawat semoga menjadi istri istri yg sholehah. Aamiin. Naah mudah-mudahan bermanfaat khususnya buat admin dan umumnya buat kalian pembaca, mungkin itu saja, kurang dan lebihnya mohon maaf. sekian dan terimakasih.
Wasalamu'alaikum

No comments:

Post a Comment

Popular Posts